PSKD MANDIRI TEACHERS’ NOTE

Education for the future

Dari A.B. Combs: Catatan Tentang Guru

Posted by teachersnote on May 18, 2010

Saya merasa sangat beruntung dapat berkenalan dengan beberapa guru di A.B. Combs. Mereka semua memberikan kesan yang kuat di hati saya. Salah satunya adalah saat saya berkenalan dengan Mrs. Herrick,  guru kelas 4 SD. Ia adalah salah kandidat guru teladan di Amerika tahun ini. Berkunjung ke kelasnya, saya seperti berkunjung ke rumahnya sendiri.  Dari pembicaraan dengan beberapa muridnya, saya mendapat gambaran bahwa kelasnya menjadi tempat yang sangat dirindukan anak-anak setiap harinya, terutama saat libur tiba.  Tidak hanya itu, anak-anak pun akan sangat merindukan Mrs. Herrick setiap harinya.

Mrs. Herrick sendiri bercerita, bahwa awalnya tidak mudah membuat anak-anak merasa “kerasan” di kelasnya. Di awal tahun ajaran, ia bekerja cukup keras sehingga akhirnya ia bisa membangun sebuah “keluarga” di kelasnya.

Awalnya saya sempat sangsi apakah sikap ini hanya berlaku pada Mrs. Herrick. Tetapi kesangsian itu terjawab ketika saya berkeliling ke hampir setiap kelas di A.B. Combs dan berbicara pada guru maupun muridnya. Meski tidak sama persis kondisinya dengan yang saya temukan di kelas Mrs. Herrick, tetapi paling tidak saya mendapat gambaran yang sama bahwa guru-guru dan murid-murid memiliki usaha yang tidak jauh berbeda untuk membentuk kelasnya sebagai tempat yang mereka “rindukan.”

Adalah satu kebetulan pula karena saya dapat melihat proses training guru baru di A.B. Combs. Saat itu saya masuk kelas 3. Di sana saya berkenalan dengan guru kelas tersebut. Beliau adalah Mrs. Barbara. Usianya mungkin sudah 50 tahunan. Saat itu dia mengajar murid-muridnya dengan “ditemani” oleh 5 orang guru. Awalnya saya heran juga mengapa ada banyak guru di sini. Setelah bertanya, saya mendapat jawaban bahwa mereka adalah guru baru yang sedang menjalani proses training.

Secara singkat beliau menggambarkan proses traininingya sebagai berikut. Seleksi awal dilakukan oleh Mrs. Summers. Menurut Mrs. Barbara, di sinilah awal yang sangat menentukan seluruh proses rekrutmen. Pada tahap ini Mrs. Summers akan melakukan interview dengan kandidat yang benar-benar memiliki komitmen mendidik anak-anak. Dan hanya Mrs. Summers yang dapat melihat isi hati para kandidat itu, apakah si kandidat punya komitment dan dedikasi yang tinggi atau tidak.

Pada tahap berikutnya adalah training guru baru. Orang yang bertanggung jawab mengurusi training adalah Mrs. Barbara. Beliau menjelaskan bahwa para kandidat itu akan menjalani 3 tahun proses training untuk dapat menjadi guru di A.B. Combs. Tahun pertama, semua kandidat harus bekerja keras untuk mempelajari system pengajaran yang sudah ditetapkan oleh A.B. Combs. Hal ini bertujuan menyamakan persepsi bahwa para kandidat itu berada di satu kapal yang sama. Konsekuensinya para kandidat itu harus memahami aturan-aturan mengajar yang merupakan standar A.B. Combs. Maklumlah, para kandidat itu memiliki latar belakang mengajar yang berbeda.  Menyamakan persepsi mengajar itu penting supaya mereka dapat mencapai tujuan secara bersama-sama. Selama satu tahun itu pula mereka akan diberikan rapot perkembangan mengajar mereka.

Tahun kedua proses training akan dijalani dengan proses mentoring. Di sini para kandidat itu akan bekerjasama dengan guru senior yang ditunjuk. Mereka bisa saja berpindah-pindah kelas. Bisa dari kelas 2  pindah ke kelas 3 atau ke kelas 4 dan seterusnya. Intinya, mereka akan bekerja sama dengan guru senior untuk mematangkan tehnik pengajaran yang digariskan oleh A.B. Combs. Pada tahan ini , para kandidat itu akan mendapatkan raport perkembangan dari Mrs. Barbara, Mrs. Summers dan mentor yang ditunjuk.

Tahun ketiga proses training akan dijalani oleh para kandidat sebagai guru kelas mendampingi guru senior yang ditunjuk sebagai mentor. Pada tahap ini para kandidat mematangkan pemahaman akan standar pengajaran di A.B. Combs, meningkatkan tehnik pengajaran, meningkatkan penguasaan materi pengajaran, meningkatkan hubungan baik dengan murid maupun dengan koleganya. Selesai tahap ini, para kandidat itu akan resmi diterima menjadi guru di A.B. Combs.

Meski ada juga yang gagal selama dalam masa training, proses panjang dan melelahkan ini tentu dapat dibayar dengan hasil yang sangat baik. Terlihat dari guru-guru yang mengajar di A.B. Combs nampak percaya diri. Mereka tanpa ragu-ragu untuk berbagi  kepada siapapun tentang pengalaman mereka mengajar. Mereka menguasai tehnik mengajar yang baik. Mereka dapat menguasai materi pengajaran dengan baik. Mereka memiliki banyak refrensi kegiatan yang luar biasa. Selain itu, sudah menjadi kewajiban bagi para guru itu untuk menguasai peralatan teknologi informasi. LUAR BIASA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: